Bapak Blogger yang Menyejukkan …

Bapak Blogger Kompasiana dan Penulis
Janji saya dalam hati untuk mengucapkan selamat ulangtahun dengan menjabat tangan Pak Prayitno Ramelan secara langsung, akhirnya terwujud sudah tadi malam (22/10) di Marios Place. Ah..Bapak yang sudah memasuki usia 62 tahun ini, benar-benar hangat menyambut semua Blogger Kompasiana yang hadir. Semua kompasianers merasakannya. Satu-persatu dijabatnya dengan erat sambil mengingat tulisan-tulisan kompasianer yang mungkin sudah memberikan komentar di kolom beliau atau tulisan mereka yang sudah terpublish di Kompasiana.
Bagi saya, mengenal Pak Pray lewat tulisannya di Kompasiana, seakan memberikan gambaran kalo Bapak 2 orang anak dan kakek 3 cucu ini terus mengikuti perkembangan politik, intelijen dan terorisme. Sebagai penulis tentu itulah keahlian beliau. Tulisan teraktual Pak Pray termasuk yang selalu saya nantikan tiap hari disamping tulisan Pepih Nugraha, Prayitno Ramelan dan Wisnu Nugroho.
Sentilan politik beliau tentang Soekarno, Soeharto dan Susilo, membuat saya tersenyum-senyum membacanya, atau kegeraman saya pada pemerintah saat membaca Eksodus Lebaran Yang menakutkan, bahkan semangat untuk mengajak kita kembali berangkulan paska Pilpres kemarin Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Tidak Tau Deh… sangat bijak menurut saya, ada pula kelas politik beliau dengan mengulas kekuatan partai-partai yang bertarung di Pemilu. Yang pasti yang selalu menarik adalah tulisan mengenai pengalaman-pengalaman beliau Allah Menyelamatkan Penulis Dari Bom Marriott, Rahasia Berhenti Merokok di NZ, Antara Kakek, Nenek Dan Cucu
Tulisan/jawaban Pak Pray terhadap penanggap yang terkadang bertanya dengan emosional (hehehe..terlihat emosional kalo nulis pake huruf kapital semua..) selalu dijawab dengan santun dan menyejukkan. Bagi saya yang masih bau kencur dalam urusan tulis-menulis, tentu sangat tersanjung bisa dilirik atau diberi komentar terhadap tulisan saya oleh beliau.
Semalam Pak Pray dengan suprise nya saat dinobatkan menjadi Bapak Blogger Kompasiana, tak henti-hentinya memberikan terima kasih kepada seluruh warga Kompasiana atas penobatan itu. Sungguh suatu sikap yang sangat rendah hati, yang jauh dari sikap mengunggulkan diri dibanding yang lainnya. Setelah memberikan ucapan terima kasihnya, Pak Pray kembali ke mejanya kembali. Kang Pepih Nugraha selaku admin datang menghampiri dan memberi selamat dan menjabat tangan beliau dengan erat. Pak Pray memeluknya dan mengucapkan terima kasih dengan lirih dan suara bergetar. Ah, sungguh suatu penghargaan bagi kami yang dapat mengenal Pak Pray dengan tulisan-tulisan Bapak. Kerendahan diri Bapak menjadi contoh buat kami yang muda dalam menjalankan etiket di dunia maya ini.
Selamat ulang tahun Pak, tetaplah menjadi Bapak bagi kami warga Kompasiana…
Terimakasih buat mbak Anindita, Mama Hilmi yang juga seorang dokter dan Kapten Polisi atas jepretan foto di atas, di kamera saya yang sudah jaduls. Subhanallah, dari semua jepretan yang saya ambil, hasilnya blurr semua, kok hanya foto di atas yang sangat bagus hasilnya???Sangat ajaib kekuasaan Allah ya…Saya pun masih terheran-heran dengan kejadian ini.
-
Terkini
- Bapak Blogger yang Menyejukkan …
- Horeee … Mamiku Menang lomba penulisan di Kompasiana….
- Hallo…Foto ketika memecahkan rekor MURI di Mall of Indonesia, fitness wit Pampers…
- Apa arti sahabat ???
- Inspirasi dari kisah Agung dan Habibie…
- Bintang Mencontreng
- Bintang di stasiun kereta
- Alternatif Menghentikan Kebiasaan Mengisap Jempol
- Bintang kecilku dengan lilin 1
- Hello world!
-
Tautan
-
Arsip
- Oktober 2009 (1)
- Agustus 2009 (4)
- Juli 2009 (1)
- Juni 2009 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
